KPKM-RI dan Disdik Pematangsiantar Siapkan Seminar Antinarkoba, Dorong Gerakan Nyata Selamatkan Generasi


PEMATANGSIANTAR, Radar24Jam

Kongres Pemberantasan Korupsi Manipulatif Rakyat Indonesia (KPKM-RI) melaksanakan audiensi resmi dengan Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar guna membangun sinergi penguatan pendidikan karakter sekaligus mendorong gerakan pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.

 

Pertemuan tersebut diterima secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar, Syaiful Rizal, S.STP.

 

Dalam kesempatan itu, KPKM-RI menyampaikan rencana pelaksanaan Seminar Interaktif dan Kampanye Antinarkoba yang ditujukan khusus bagi pelajar Sekolah Menengah Pertama se-Kota Pematangsiantar. Kegiatan ini mengusung semangat utama: “Selamatkan Generasi, Putus Mata Rantai Narkoba, Wujudkan Pelajar Pematangsiantar Berprestasi, Berkarakter, dan Bersih dari Narkoba.”

 

Audiensi tidak hanya membahas persiapan seminar, namun juga mencakup pembahasan mendalam terkait berbagai isu strategis dunia pendidikan, antara lain peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidik, penguatan karakter peserta didik, hingga pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan.

 

Syaiful Rizal, yang telah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar selama kurang lebih dua bulan, menyatakan bahwa peningkatan mutu pendidikan memerlukan dukungan dan kolaborasi lintas pihak.

 

“Pemerintah tidak dapat bekerja secara mandiri. Dunia pendidikan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat agar setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi peserta didik,” ujarnya.

 

Ia menambahkan bahwa salah satu fokus utama adalah peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh, baik dari sisi kompetensi pendidik maupun ketersediaan sarana penunjang proses pembelajaran.

 

Seminar Harus Memberikan Dampak Nyata

 

Terkait rencana pelaksanaan seminar antinarkoba, Syaiful Rizal menekankan agar kegiatan tersebut tidak sekadar berhenti pada seremoni belaka.

 

“Kami berharap setiap peserta didik yang mengikuti kegiatan memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini harus mampu memberikan nilai positif terhadap pembentukan karakter serta peningkatan prestasi siswa,” tegasnya.

 

Ia juga meminta konsep kegiatan disesuaikan dengan karakteristik pelajar SMP, sehingga narasumber dan materi yang disampaikan dapat dikemas secara menarik, komunikatif, dan menyentuh realitas kehidupan mereka. Hal ini bertujuan agar pesan bahaya narkoba tidak hanya sekadar didengar, melainkan benar-benar dipahami dan dirasakan dampaknya.

 

Pandangan ini menjadi acuan penting, mengingat keberhasilan program antinarkoba tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, melainkan dari perubahan pemahaman dan sikap peserta didik pasca pelaksanaan kegiatan.

 

Dari Seminar Menuju Gerakan Bersama

 

KPKM-RI menjelaskan bahwa seminar nantinya akan dipadukan dengan kampanye antinarkoba yang melibatkan partisipasi aktif para pelajar. Pesan utama yang akan diangkat adalah: “BERANTAS NARKOBA, SELAMATKAN GENERASI BANGSA.”

 

Kampanye ini dirancang sebagai wadah bagi pelajar untuk menyatakan komitmen tegas menolak narkoba, sekaligus memberikan dukungan terhadap upaya pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Kegiatan ini nantinya akan disinergikan dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pematangsiantar dan Kepolisian Resor Pematangsiantar melalui mekanisme koordinasi yang telah disepakati.

 

Ketua Umum KPKM-RI, Hunter D. Samosir, menegaskan bahwa pihaknya tidak menginginkan kegiatan berhenti pada pelaksanaan seminar semata.

 

“Anak-anak tidak boleh hanya menjadi objek kegiatan. Mereka harus menjadi bagian tak terpisahkan dari gerakan ini. Sebab, ketika kita berupaya memberantas narkoba, sesungguhnya kita sedang berjuang menyelamatkan masa depan generasi bangsa,” ujar Samosir.

 

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa generasi muda berhak mendapatkan pemahaman yang utuh mengenai bahaya narkoba, sekaligus diberikan ruang untuk berperan aktif dalam upaya pencegahannya.

 

Tindak Lanjut: Pertemuan Lintas Sektoral

 

Sebagai langkah nyata pasca audiensi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar dalam waktu dekat akan mengagendakan pertemuan bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP, BNN Kota Pematangsiantar, serta KPKM-RI.

 

Pertemuan tersebut akan membahas secara rinci kebutuhan teknis kegiatan, penyempurnaan konsep dan materi seminar, penetapan narasumber, keterlibatan sekolah, serta bentuk kampanye yang sesuai dengan karakteristik pelajar. Langkah ini ditempuh guna menyamakan persepsi seluruh pihak dan memastikan persiapan kegiatan berjalan secara matang.

 

KPKM-RI menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan kesiapan penuh untuk berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan, BNN, MKKS, Kepolisian, serta pemangku kepentingan lainnya yang memiliki kepedulian terhadap masa depan generasi muda.

 

Bagi KPKM-RI, seminar hanyalah pintu masuk. Tujuan utamanya adalah membangun kesadaran kolektif bahwa perlindungan generasi muda dari bahaya narkoba merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Pemberantasan narkoba bukan sekadar upaya menekan peredarannya, melainkan upaya strategis untuk menyelamatkan masa depan generasi penerus bangsa.

 

SELAMATKAN GENERASI, PUTUS MATA RANTAI NARKOBA.


(Tim DeLTa)

Posting Komentar

0 Komentar