Banten, Radar 24Jam
Kapal penyeberangan merak – Bakauheni butuh perhatian serius dari mentri perhubungan dan DPR.RI karena kondisi kapal dilapangan sudah tahap memprihatinkan.baru baru ini team media ini menemukan banyak kondisi Kapal sudah sangat tak layak pakai dimana kondisi kapal dalam keadaan berkarat cukup serius dimana mana.dimana kapal penyeberangan tersebut ditumpangi manusia dan binatang yang cukup banyak sebut saja KMP. TRANSHIP.1 melihat sekilas wajah Kapal tersebut sepertinya baik baik saja dan masih sempurna untuk digunakan terlebih jika memasukin ruangan kapal dengan aroma seperti bunga layu sebelum berkembang atau kurang nyaman terhadap penumpang sementara penumpang dibebankan biaya tambahan sebesar Rp.15.000/ penumpang untuk dewasa dan Rp.5000 untuk anak anak plus tidak terkecuali bayi lahir.ini berlaku untuk KMP ekonomi belum termasuk KMP Bisnis sebesar Rp.50.000 /orang yang dipungut langsung oknum oknum kru kapal dengan alasan sesuai peraturan mentri perhubungan republik Indonesia PM 30 tahun 2017. Sementara setiap penumpang sebelum memasuki kapal penyeberangan MERAK – BAKAHENI begitu sebaliknya terlebih dahulu membeli tiket secara on lineHarga tiket kapal feri reguler (ekonomi) Merak-Bakauheni per 2026 adalah Rp22.700 untuk pejalan kaki dewasa. Tiket sepeda motor (golongan II) adalah Rp62.100. Pembelian tiket wajib melalui online di aplikasi atau website Ferizy, dengan tarif layanan reguler yang lebih ekonomis daripada eksekutif. Sungguh ironi dan penuh mesteri ketika memasuki kapal sesuai pesanan ekonomi atau executive sudah di suguhkan penawaran ruangan berbayar dan dibayar tunai non on line.tiket di bayar tunai itulah tradisi selama ini hingga sekarang.hasil penelusuran team media ini dari salah satu kru kapal tersebut mengatakan kalau untuk satu kapal bias berlayar merak bakauheni sebanyak 4 x 2 = 8 kali perjalanan pulang pergi dapat dibayangkan uang tunai yang dipungut setiap harinya ratusan juta untuk satu kapal.salah satu penumpang kapal yang tidak mau menyebutkan namanya asal Palembang.sebut saja JUMARI.45 tahun asal Palembang menuju Jakarta mengatakan kepada media ini kalau persoalan pungutan didalam kapal sudah menjadi tradisi yang turun temurun tidak terkecuali setiap penumpang diharuskan membayar tiket.sementara untuk tempat penumpang yang tidak berbayar sungguh terbatas dan tempat duduk ala kadarnya kwalitas dibawah standrat dan ala kadarnya.JUMARI berpesan agar persoalan tiket masuk ruangan kapal lebih baik di satukan dengan pembelian tiket on line bukan seperti ini harus dibayar tunai.duitnya tidak seberapa tapi harus di buat pusing dan repot ( ungkapnya ) Jumari mengatakan kalau ini besar dugaan saya adalah pungli.karena alasan kalau seperti ini uang yang dipungut dari penumpang kapal pasti tidak dapat di pertanggung jawabkan dan di setorkan kemana
Inilah negeri pungli dan korupsi menjadi kebiasaan yang tak dapat dicegah lagi seakan menjadi sebuah pembenaran.hal ini terjadi di penyeberangan MERAK – BAKAUHENI
Itu hanya sebatas KMP TRANSHIP.1 dari semua kapal penyeberangan merak bakauheni yang jumlahnya puluhan belum termasuk EXecutif sampai berita ini diturunkan pihak yang bertanggung jawab ASDP Merak Bakauheni belum dapat di konfirmasi terkait dugaan pungli di dalam kapal.yang sudah berlangsung lama. (team )

0 Komentar