SIMALUNGUN, Radar24Jam
Dalam suasana yang penuh damai, khidmat, dan sukacita, jemaat Gereja Bethel Indonesia (GBI) Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Jawa, bersatu dengan jemaat Gereja Bethel Indonesia (GBI) Kampung Baru, Kecamatan Hatonduhan, melaksanakan ibadah padang khusus. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kenaikan Tuhan Yesus Kristus, yang berlangsung pada hari Kamis, 14 Mei 2026, bertempat di kawasan Pantai Salbe, Nagori Togu Domu Nauli, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara.
Kegiatan diawali dengan keberangkatan rombongan jemaat sejak pagi hari dari masing-masing lokasi gereja menuju tempat ibadah. Perjalanan menuju Pantai Salbe dilalui dengan penuh semangat dan sukacita, ditemani pemandangan alam yang asri, udara perbukitan dan pesisir yang sejuk, serta kerukunan yang telah terjalin dengan baik antar kedua jemaat. Setibanya di lokasi, suasana pantai yang tenang dihiasi deburan ombak yang lembut serta pemandangan luas Danau Toba yang indah, menjadi latar alamiah yang sangat mendukung, seolah-olah turut mengundang seluruh umat untuk menaikkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Ibadah resmi dimulai tepat pukul 09.00 WIB, dibuka dengan rangkaian nyanyian pujian dan penyembahan yang dipimpin secara bersama oleh tim pelayan musik gabungan dari kedua gereja. Semangat rohani terasa begitu kental menyelimuti seluruh jemaat, yang hadir dengan hati tulus untuk mempersembahkan ibadah serta ucapan terima kasih atas kasih setia dan pemeliharaan Tuhan yang tak terputus hingga saat ini. Kebersamaan tersebut tidak hanya tampak secara fisik, namun terwujud dalam sikap saling menyapa, bekerja sama, serta mempererat ikatan persaudaraan sebagai satu tubuh di dalam Kristus Yesus.
Dalam kesempatan tersebut, khotbah dan firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Robert Simanjuntak selaku Gembala Pembina. Beliau menguraikan makna mendalam dari peristiwa Kenaikan Yesus Kristus ke surga, yang bukan merupakan akhir dari karya keselamatan-Nya di dunia, melainkan sebagai permulaan bagi tergenapinya janji besar-Nya: bahwa Dia senantiasa menyertai setiap orang percaya sampai akhir zaman, serta telah mempersiapkan tempat kekal bagi umat-Nya di surga. Selain itu, ditekankan pula panggilan bagi seluruh jemaat untuk senantiasa hidup dalam kesetiaan, saling menguatkan satu sama lain, serta menjadi pembawa terang dan damai sejahtera Tuhan di tengah lingkungan masyarakat, sesuai teladan yang telah ditinggalkan oleh Tuhan Yesus Kristus.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan jamuan makan bersama, di mana seluruh jemaat saling berbagi bekal dan hidangan dengan penuh kerendahan hati. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa di dalam kasih Kristus, perbedaan tempat ibadah maupun wilayah bukanlah penghalang, melainkan menjadi perekat yang semakin mengokohkan iman dan persekutuan rohani antar sesama umat beriman.
Sekretaris Komisi Sidang Jemaat (KSB) GBI Tanjung Pasir sekaligus perwakilan jemaat, Bapak Dennis L. Tampubolon, menyampaikan rasa syukur yang mendalam kepada hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa. Beliau menyatakan bahwa seluruh rangkaian ibadah berlangsung dengan lancar, tertib, aman, dan sukses sebagaimana yang diharapkan. “Puji dan syukur kita panjatkan kepada Tuhan, cuaca pada hari ini sangat mendukung, seluruh jemaat yang hadir dengan hati gembira, serta kerja sama panitia dari kedua gereja berjalan dengan sangat baik. Semoga ibadah ini tidak hanya menjadi kenangan indah sesaat, melainkan membawa dampak rohani yang nyata dan berkelanjutan dalam kehidupan sehari‑hari kita masing‑masing,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, seorang perwakilan dari jemaat GBI Kampung Baru juga turut mengapresiasi terselenggaranya kegiatan bersama ini. Beliau berharap tradisi ibadah gabungan di alam terbuka dapat terus dilaksanakan pada kesempatan‑kesempatan mendatang, agar persekutuan rohani antar kedua gereja semakin terjalin kokoh.tumbuh, dan kasih terhadap sesama makin meluas hingga menjangkau banyak orang.
Pantai Salbe, yang pagi itu menjadi saksi bisu atas persekutuan suci ini, seolah turut bersaksi akan kebesaran Tuhan yang senantiasa menyatukan hati umat‑Nya dalam satu pengharapan yang sama.
Menjelang penutupan acara, seluruh jemaat kembali bersatu dalam doa, sebelum kemudian pulang ke tempat asal masing‑masing dengan membawa berkat, sukacita, serta tekad yang baru untuk terus hidup dalam iman, pengharapan, dan kasih, sekaligus mewujudkan persaudaraan sejati sebagai wujud nyata peringatan Hari Kenaikan Tuhan Yesus Kristus.
(DeLTa)

0 Komentar