OKU TIMUR, R24J
Dibulan Puasa Masyarakat Keluhkan banyaknya lalu lalang mobil Truk yang membahayakan Pengguna jalan Akibat Angkutan Proyek Pengerukan Tanah didesa Harapan Makmur desak untuk STOP
Masyakat Desa Harapan Makmur,Semendawai Timur OKU Timur saat Dibulan Ramadhan mengeluhkan Adanya Proyek Pengerukan tanah Yang ada di Desa Harapan Makmur Yang tak kunjung Berhenti
Akibat Proyek tersebut masyarakat menghawatirkan banyak nya mobil Truk yang Ugal-Ugalan saat mengendarai dijalan desa harapan makmur dan tidak hanya itu jalan desa harapan makmur menjadi rusak Akibat Kendaraan Truk Pengangkut Proyek sehingga masyarakat lebih berhati – hati ketika melintas jalan tersebut.
Saat awak media investigasi di lapangan melihat sungguh sangat memperihatinkan kondisi jalan tersebut banyaknya bangunan cor yang mulai retak dan banyaknya tanah yang Terjatuh menutupi Jalan, dan saat musim hujan jalan tersebut Sangatlah licin Akibat di lalui Mobil Proyek Pengangkut tanah yang ada tidak jauh dari lokasi Proyek.
Y (25) Selaku Warga Desa Harapan Makmur Saat Di wawancarai membenarkan hal tersebut “Iya Benar pak,Ada Proyek pengerukan tanah yang ada di desa kami,Dan membuat jalan kami rusak parah bekas akses mobil Truk Pengangkut Tanah”.
Warga tersebut Juga Menambahkan “Selain Jalan kami Rusak Warga sekitar juga mengeluhkan mobil Truk Proyek pengangkut tanah yang sering Ugal-ugalan dan Kebut-Kebutan Seperti tidak ada aturan saat Lewat jalan desa Harapan Makmur yang dapat membayahakan Warga Sekitar apalagi bagi Anak-Anak Apalagi dibulan puasa seperti ini”.
“Dengan kondisi jalan tersebut sudah banyak korban yang jatuh karena kondisi jalan yang kecil dan banyaknya mobil truk yang berlalu lalang,kami sebagai masyarakat berharap Ada kepeduli dengan jalan kami, jangan hanya janji – janji akan diperbaiki namun jalan kami rusak ,” ungkapnya.
Saat di Konfirmasi Melalui Sambungan Telepon Whatssap Kepala Desa Harapan Makmur membenarkan hal tersebut “Iya memang benar di desa harapan makmur ada proyek pengerukan tanah,dan sudah izin menemui kami selaku kepala desa.
“memang ada kendaraan truk-truk besar yang melewati jalan Desa itu membawa Tanah dan sudah ada pembicaraan prihal kerukan itu tahun lalu namun kami dari pemerintahan desa tidak diberi tahu jika ada penambahan galian proyek yang membuat masyarakat resak".
prihal yang dikeluhan masyarakat sudah Kami tampung dan beberapa kali kami sampaikan kepada pihak penanggung Jawab Proyek Pengerukan dan kedepan akan kami sampaikan kembali untuk bahan evaluasi Penanggung Jawab Proyek agar bisa di perbaiki”.
Kepala Desa Juga menambahkan “Kami Sebagai Pemerintah desa tetap akan memastikan bahwa keamanan dan kenyamanan masyarakat sekitar menjadi prioritas utama Kami apalagi di bulan puasa Apabila kedepan keluhan masyarakat belum ada perbaikan kami akan bertindak tegas untuk mengeluarkan surat penolakan penggalian tanah yang ada di desa kami”tutupnya melalui sambungan Telepon.
(*/Jf)

0 Komentar