Blitar, Radar24jam.com
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum istimewa bagi Bodrex. Organisasi kemasyarakatan dan keagamaan yang beranggotakan warga dari berbagai latar belakang tersebut merayakan hari jadinya yang keempat dengan menggelar pengajian dan Sholawat Akbar, Sabtu malam 26 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Ngrebo itu dikemas cukup meriah. Panggung berukuran besar dan videotron menjadi bagian dari acara yang dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat serta warga sekitar.
Pengajian dan sholawatan menghadirkan Gus Farid Ahmad dari Kuningan, Blitar. Sosok tersebut dikenal masyarakat melalui kegiatan Sholawat Sor Jambu.
Lantunan sholawat bersama Gus Farid Ahmad menjadi bagian utama dalam peringatan Maulid Nabi sekaligus tasyakuran empat tahun Bodrex. Warga tampak mengikuti rangkaian kegiatan dalam suasana penuh kebersamaan.
Namun, di balik kemeriahan acara tersebut, Bodrex memiliki perjalanan yang cukup panjang dalam kegiatan sosial masyarakat.
Organisasi ini dibentuk dari keresahan sejumlah warga dengan usia dan latar belakang yang berbeda. Mereka kemudian memilih membangun sebuah wadah untuk belajar bersama sekaligus mengambil peran dalam kehidupan bermasyarakat.
Bodrex tidak memosisikan diri sebagai kelompok yang merasa paling baik.
Justru kesadaran bahwa setiap manusia memiliki kekurangan menjadi salah satu dasar kelompok tersebut untuk terus melakukan pembenahan diri.
Salah satu kegiatan yang hingga kini rutin dilakukan yakni membersihkan tempat ibadah.
Setiap malam Jumat, anggota Bodrex bergotong royong membersihkan masjid, termasuk Masjid Baitul Halim. Mulai menyapu lantai, mengepel hingga mencuci karpet dilakukan secara bersama-sama.
Aktivitas sosial juga dilakukan ketika masyarakat menghadapi berbagai kebutuhan.
Saat ada kerja bakti lingkungan, anggota Bodrex ikut turun langsung. Ketika ada warga meninggal dunia, mereka juga berusaha membantu keluarga yang sedang berduka, baik melalui tenaga maupun bantuan finansial secara gotong royong.
Endro, Panglima Bodrex, mengatakan kegiatan sosial tersebut menjadi bagian penting dari keberadaan organisasi yang dipimpinnya.
“Kami bukan orang-orang yang sempurna. Kami juga masih terus belajar menjadi lebih baik. Harapannya, keberadaan Bodrex bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan umat,” ujarnya.
Menurut Endro, pelaksanaan pengajian dan Sholawat Akbar dalam rangka ulang tahun keempat juga tidak lepas dari kekompakan seluruh anggota.
Selain itu, dukungan para dermawan turut membuat kegiatan tersebut dapat terlaksana.
“Kami bisa menggelar pengajian sebesar ini karena kekompakan dan kebersamaan anggota. Tentunya juga atas bantuan para dermawan yang selama ini peduli terhadap kiprah Bodrex,” jelasnya.
Tidak ingin hanya menghadirkan hiburan religi, panitia juga memberikan ratusan doorprize kepada para undangan.
Sejumlah hadiah disiapkan dan digantung di area tempat duduk peserta, khususnya bagi para ibu yang mengikuti acara di atas karpet yang telah disediakan.
Konsep tersebut membuat suasana perayaan semakin meriah. Warga tidak hanya mengikuti pengajian dan sholawatan, tetapi juga menikmati momentum kebersamaan dalam suasana santai.
Bodrex berharap kegiatan sosial yang selama ini dijalankan dapat terus berkembang. Endro menyebut keberadaan organisasi tersebut diharapkan mampu ikut meringankan berbagai persoalan yang muncul di lingkungan masyarakat.
“Filosofi Bodrex adalah bagaimana kami bisa ikut mengurangi problematika kemasyarakatan, terutama dalam kegiatan bakti sosial di segala bidang,” tegas Endro.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang selama ini memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan Bodrex.
“Terima kasih kepada masyarakat dan semua pihak yang telah membantu kegiatan Bodrex. Di usia yang baru genap empat tahun, kami bersyukur bisa menggelar pengajian Akbar seperti ini,” pungkasnya.
Empat tahun perjalanan Bodrex pun ditutup dengan semangat untuk terus hadir di tengah masyarakat. Dari membersihkan masjid hingga membantu warga yang membutuhkan, mereka mencoba menjaga satu prinsip: kebersamaan akan memiliki arti ketika diwujudkan dalam tindakan nyata. (Kirana)

0 Komentar