Medan-Belawan, R24J
Warga lingkungan 12 Kampung Salam, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan Kota Medan, selama satu bulan penuh belakangan ini dihantui rasa ketakutan hingga menimbulkan keresahan tentang adanya aktivitas penampungan BBM jenis Solar Bersubsidi yang berada ditengah tengah pemukiman
Warga yang turut mengetahui adanya aktivitas penampungan BBM tersebut merasa keberatan dan menuai protes lantaran dianggap tempat penampungan BBM tersebut sewaktu waktu dapat membahayakan kenyamanan lingkungan.
"Kita sebagai warga disini Bang sudah barangtentu merasa ketakutan dan resah, apalagi yang dikerjakan para pelaku adalah merupakan bahan bakar yang sangat berbahaya sehingga dapat mengancam keselamatan dan juga pemukiman warga jika terjadi kebakaran rumah sewaktu waktu,"ungkapnya, Sabtu 25 April 2026.
Warga menyebutkan, berdasarkan informasi yang diterima dilapangan, bahwa BBM jenis solar bersubsidi tersebut diduga diperuntukkan khususnya untuk kebutuhan bagi nelayan tradisional yang ada di wilayah Kecamatan Medan Belawan.
"Informasinya Bang seperti itu, minyak untuk nelayan, katanya.Tapi herannya mengapa setiap hari dijemput mobil pickup bak tertutup, kan curiga jadinya. Apa jangan jangan ada permainan untuk mencari keuntungan pribadi.
Menurut warga, bahwa aktivitas penampungan BBM bersubsidi tersebut beroperasi belum lama ini yang mana melibatkan para pengemudi becak barang diangkut dari SPBU Kampung Salam, setelah melakukan pengisian kemudian diantar ke tempat penampungan BBM .
"Setiap hari Bang diantar, mulai dari pagi hari sampai sorenya becak barang menggunakan jerigen ukuran besar.
mengantar ketempat penampungan. Kalau diperkirakan, satu becak barang bisa sampai 8-10 kali antar. Jika dihitung seluruh becak yang beroperasi diperkirakan mencapai puluhan ribu liter perharinya,"ungkapnya lagi.
Lanjut Warga, Untuk menghilangkan jejak, puluhan jerigen yang sudah terisi BBM setelah dipindahkan dari jerigen milik pengemudi becak barang tersebut. Setelah mencukupi sesuai pesanan dari seseorang, kemudian dimuat ke mobil pickup berwarna hitam diduga di jual dengan harga yang sudah disepakati.
"Jadi kalau saya perhatikan, memang disengaja tidak ada tersisa BBM ditempat penampungan tersebut. Kalau sudah mencukupi sesuai pesanan langsung dijemput menggunakan mobil pickup. Kemungkinan guna untuk menghindari barang bukti jika ada penindakan tegas dari aparat penegak hukum khususnya dari Kepolisian,"ucapnya.
Warga menjelaskan, bahwa aktivitas penampungan BBM bersubsidi tersebut sudah diinformasikan kepada pihak aparat Kepolisian yang ada di wilayah Kecamatan Medan Belawan untuk segera dilakukan penindakan tegas terhadap para pelaku yang terlibat diduga adanya penyalahgunaan BBM bersubsidi
"Sebelumnya sudah diinformasikan Bang, katanya personilnya sudah dilapangan. Tapi mengapa belum ada tanda tanda penindakan. Sementara BBM masuk terus ke penampungan. Yach pokoknya sangat kecewalah Bang, Koq Kepolisian tidak ada kerjasamanya. Inikan termaksud kejahatan yang melanggar hukum,"katanya, dengan wajah kesal.
Selain itu, Warga lingkungan 12 Kampung Salam Kelurahan Belawan Bahari, meminta kepada Bapak Bapak Kapoldasu untuk turun kelapangan menindak tegas adanya aktivitas penampungan BBM jenis solar bersubsidi, yang sudah menghantui rasa ketakutan dan menimbulkan keresahan.
"Lingkungan ini tidak tepat dijadikan tempat penampungan BBM, Ini menyangkut keselamatan warga masyarakat. Saya sebagai warga disini menolak keras, cuaca sangat ekstrim Bapak Komandan. Jangan sampai terjadi kebakaran rumah,,, disini rumah warga rapat rapat. Selain itu, Lingkungan ini sudah mulai tercemar akibat bau minyak solar yang menyengat penciuman.,"pintanya.
Lebih lanjut Narasumber ini mengaku sangat kesal terhadap para pengelola yang mana dinilai hanya untuk mementingkan keuntungan pribadi tanpa memikirkan resiko dampak dilingkungan yang dapat merugikan warga masyarakat sekitar.
"Tentunya saya sangat kecewa lah Bang.. Kalau melakukan aktivitas penampungan BBM jauh dari lingkungan, Kan perlu mengantisipasi hal hal yang tak diinginkan... Lantas jika terjadi kebakaran rumah, bagaimana..Apa mereka mau bertanggung jawab menanggung segala kerugian warga masyarakat jika hal itu terjadi,"tegasnya.
Hingga kini aktivitas penampungan BBM bersubsidi tersebut masih terus berjalan. Warga Lingkungan 12 Kampung Salam Kelurahan Belawan Bahari mendesak kepada Bapak Kapoldasu untuk segera menindak tegas aktivitas penampungan BBM tersebut yang diprediksi dapat mengganggu situasi Kamtibmas.(SB)

0 Komentar