Pemerhati Lingkungan Desak Polda Sumut Tangkap Kades Manisak


Mandailing Natal, radar24jam.com

Operasi besar-besaran terkait penertipan tambang emas ilegal oleh Polda Sumatera Utara (Sumut) di wilayah perbatasan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan Tapanuli Selatan (Tapsel) awal bulan Maret kemarin, berhasil mengamankan 12 unit alat berat (ekskavator).

Informasi yang diterima radar24jam.com, diduga salah satu pemilik ekskavator yang diamankan dari kawasan 'abu-abu' tersebut adalah milik 'S' Kepala Desa (Kades) Manisak Kecamatan Ranto Baek, Madina.

Menanggapi keterlibatan Kades Manisak dalam praktek tambang ilegal, pemerhati lingkungan pun angkat bicara. Pihaknya mengutuk keras Kades, aktivitas pertambangan tanpa izin di kawasan hutan dan aliran sungai akan berdampak terhadap kerusakan lingkungan.

Rahmat selaku pemerhati lingkungan mengatakan, Kades Manisak tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi mempercepat kerusakan kawasan hutan serta mengancam keseimbangan ekosistem sungai dan lainnya. Untuk itu, ia mendesak Polda Sumut agar segera menagkap oknum Kades yang terlibat bermain tambang ilegal.

Diketahui sebelumnya, bahwa operasi penertpan yang berlangsung kemarin melibatkan tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) dan Satuan Brimob Polda Sumut.

Dansat Brimob Polda Sumut Kombes Pol Rantau Isnur Eka menegaskan, pergerakan pasukan merupakan instruksi berjenjang dari pucuk pimpinan Polri. “Perintah langsung Bapak Kapolri melalui Bapak Kapolda Sumatera Utara, serta arahan Dankor Brimob, terkait video viral tambang liar di area abu-abu Madina dan Tapsel,” ujar Rantau.

Operasi tidak berjalan mudah. Medan ekstrem dan akses yang nyaris tidak dapat dilalui kendaraan biasa memaksa personel melakukan penyisiran manual.

Tim Brimob dan Ditkrimsus bahkan harus berjalan kaki dengan formasi infanteri selama lebih dari 12 jam untuk mencapai titik tambang.

Sementara itu, tim lain yang menggunakan sepeda motor khusus off-road memerlukan waktu sekitar tiga setengah jam untuk menembus jalur berat menuju lokasi.

Saat penyergapan dilakukan pada pagi hari, diduga terjadi kebocoran informasi sehingga para pekerja tambang berupaya melarikan diri ke arah wilayah Madina.


Zein

Posting Komentar

0 Komentar