Bicara Keadilan Tentang Honorer,Pengabdian Yang Tak Di hargai,Bukti Hilangnya Rasa Kemanusiaan


Parimo, radar24jam.com

Berbicara tentang keadilan di negeri ini memang Sangat sulit di lakukan,mungkin karena lupa atau sengaja untuk melupakannya.


Betapa tidak rasa keadilan yang tak berpihak kepada yang berhak untuk menikmati jasa pengabdianya kepada bangsa dan negara ini.kepedulian kepada negara bukanlah hal yang biasa. tetapi suatu hal luar biasa mengabdikan dirinya separuh hidupnya. Untuk bangsa tercinta.


Hal ini terjadi di kabupaten Parigi Moutong provinsi Sulteng yang notabene telah mengabdi puluhan tahun lamanya di instansi pemerintah bahkan sejak dari pemerintahan presiden SBY telah menjadi abdi negara.


Pengangkatan pegawai honorer K1 dan K2 yang masih banyak tersisa belum mendapat keadilan yang merata,karena puluhan bahkan ratusan pegawai honorer yang dharma baktinya tak diperhatikan oleh negara dalan hal ini pemerintah daerah untuk di jadikan atau diangkat menjadi pegawai tetap ASN.


Belum selesai pengangkatan K2 sesuai data base, muncul lagi Tenaga kontrak P3 K Dan paruh waktu.


Sementara pendataan tenaga honorer yang bertahun-tahun masih menjadi tanda tanya yang berkepanjangan,apakah lupa atau sudah di lupakan.


Berbagai sumber sangat menyangkan ketidakadilan di negeri ini yang menganut falsafah Pancasila sebagai landasan bernegara yang adil dan berperikemanusiaan.


Sebagai saksi yang menyaksikan puluhan tenaga honorer yang belum mendapat pengangkatan menjadi ASN membuat para tenaga honorer yang mengabdi kepada negara pada instansi pemerintah hingga kini hanya satu kata dengan harapan mendapat pengangkatan. Sebagai ASN.


"Kami sudah pasrah dan merasa kecewa dan pasrah hati dengan kegagalan kami sebagai tenaga honorer yang tak terangkat sesuai data base yang lama dan yang terangkat adalah tenaga honorer baru".ucap sumber dengan nada kecewa.


Seharusnya pemerintah daerah mengambil sample data base tenaga honorer yang lama yang masih tersisa dan harus mendapatkan keadilan sesuai Pancasila yang kita anut,cari mereka sampai ketemu.


Fenomena ini sangat menyedihkan sebagian tenaga honorer yang sudah lama mengabdi,namun belum terangkat menjadi ASN,dengan rasa kecewa harus berhenti mengabdi karena tidak mendapat keadilan dari negara yaitu penerintah daerah yang dinilai mengabaikan dan tak menghargai pengabdian kami,bukan hanya satu dua pasang baju dan sepatu kami yang rusak tetapi tenaga dan pikiran kami separuh kami serahkan kepada negara dengan harapan dapat di perhatikan dan diangkat menjadi ASN.bagi mereka yang yang nota bene putera -puteri terbaik daerah ini.


"Semoga pemerintah daerah masih mengingat kami yang sudah lama mengabdi,mungkin. Masih ada harapan menjadi kenyataan'.yang di pimpin H.Erwin -H.Abdul Sahid .ucap sumber terpercaya,Rabu,,1 /1/2026.


SIDIK,SH

Posting Komentar

0 Komentar