Kelancaran arus barang di Pelabuhan Belawan tidak hanya bergantung pada kesiapan fasilitas dan aktivitas bongkar muat, tetapi juga pada keterhubungan proses pelayanan yang melibatkan berbagai pihak. Hal ini menjadi perhatian PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Belawan dalam mendorong penguatan koordinasi dengan para pemangku kepentingan di lingkungan pelabuhan. Rabu (14/10)
Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui partisipasi Pelindo Regional 1 Belawan dalam Focus Group Discussion (FGD) “Percepatan Operasional Nonpetikemas Pelabuhan Belawan” yang diselenggarakan PT Pelindo Multi Terminal di Grha Pelindo Medan, Selasa (13/10).
Executive General Manager Pelindo Regional 1 Belawan, Yusrizal, yang memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut, menyoroti pentingnya membangun pemahaman bersama mengenai kebutuhan pelayanan dan tantangan yang dihadapi dalam aktivitas kepelabuhanan.
“Pelabuhan merupakan ekosistem yang melibatkan banyak pihak dengan tugas dan kewenangan masing-masing. Karena itu, peningkatan pelayanan tidak dapat dilakukan secara terpisah. Dibutuhkan komunikasi yang terbuka agar setiap kendala dapat dipahami bersama dan dicarikan langkah penyelesaian sesuai dengan peran masing-masing,” ujar Yusrizal.
Menurutnya, forum yang mempertemukan regulator, operator terminal, asosiasi, dan pelaku usaha memiliki nilai penting karena memberikan ruang bagi setiap pihak untuk menyampaikan perspektif serta kebutuhan pelayanan secara langsung.
Salah satu fokus utama dalam FGD tersebut adalah upaya peningkatan dan percepatan layanan jasa kepelabuhanan, khususnya pada kegiatan operasional nonpetikemas di Pelabuhan Belawan. Diskusi juga membahas berbagai kendala yang dihadapi dalam proses pelayanan, termasuk aspek operasional terminal, ketentuan kepabeanan, serta koordinasi antarpihak yang terlibat dalam arus barang. Melalui pembahasan tersebut, para pemangku kepentingan dapat mengidentifikasi hambatan sekaligus mendiskusikan langkah-langkah perbaikan untuk mendukung pelayanan yang lebih efektif dan efisien.
Bagi Pelindo Regional 1 Belawan, masukan dari para pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam memahami dinamika pelayanan di lapangan. Komunikasi yang terbangun diharapkan dapat membantu memperlancar koordinasi serta mendukung upaya perbaikan layanan secara berkelanjutan.
“Yang terpenting adalah bagaimana komunikasi yang terbangun melalui forum seperti ini dapat terus berlanjut. Dengan koordinasi yang baik, kita berharap proses pelayanan di Pelabuhan Belawan semakin efektif dan mampu menjawab kebutuhan pengguna jasa,” tambah Yusrizal.
Pelindo Regional 1 Belawan memandang hubungan yang baik dengan regulator, operator, dan pengguna jasa sebagai bagian penting dalam mendukung kelancaran aktivitas kepelabuhanan, sekaligus menjaga peran Pelabuhan Belawan sebagai salah satu simpul logistik utama di Sumatera Utara.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Kantor Bea Cukai Belawan, Agus Sujendro, Direktur Operasi dan Teknik Pelindo Multi Terminal, Wahyu Pradityo, serta perwakilan KSOP Utama Belawan, INSA, ALFI/ILFA, ISAA, dan Asosiasi Tangki Timbun dan Pemompaan Belawan. (Simon)



0 Komentar