Desa salubanga butuh perhatian Pemda Parimo



Parimo, Radar24jam.com

Di kabupaten Parigi  Moutong provinsi Sulawesi tengah ada
sebuah desa bernama Salubanga .

Desa salubanga berbatasan Utara desa sausu taliabo,selatan berbatasan dengan Poso,barat berbatasan dengan Sigi dan  timur berbatasan dengan desa sausu trans.

Desa tersebut berada di wilayah selatan Parigi Moutong tepatnya di kecamatan Sausu  sebelum di mekarkan menjadi sebuah desa.masih berstatus dusun dari desa sausu.trans.

Desa salubanga resmi menjadi sebuah desa setelah di mekarkan bupati pertama Parigi Moutong  Drs.H.Longki Djanggola,M.Si.

Desa salubanga di pimpin oleh kepala desa pertama bernama Om Yaju panggilan akrabnya,membuka akses menuju desa itu     melalui bantuan pembukaan akses jalan dari dinas PUPRP Parigi Moutong.

Di desa ini telah di bangun sarana dan prasarana fasilitas sekolah,puskesmas pembantu ,balai desa ,jalan meskipun masih sederhana.dengan Medan tempuh yang Sulit berlubang dan rusak.

Namun desa salubanga menyimpan sumber kekayaan alamnya yang potensial seperti perkebunan,durian ,cengkeh ,kakao, dan sumber daya mineral emas.

Masyarakat  bermukim 
Tanahnya subur ini namun masih terisolir kendala jalan yang masih rusak.sementara  ratusan warga penduduk di desa salubanga,menantikankehadiran pemerintah daerah untuk hadir bersama masyarakat meskipun hanya sebentar saja untuk melihat rakyatnya dengan kondisi keterbatasan.infrasruktur seperti air bersih,listrik dan lainya 

Desa salubanga mungkin asing di dengar di telinga kita ,namun di balik itu desa salubanga memilki sumber daya alam yang melimpah didukung dengan alamnya yang subur , sejuk,dan  penduduknya ramah ,majemuk ,hidup rukun dan damai.

Seharusnya pemerintah daerah Parigi Moutong memperhatikan desa ini dengan fasiltas seperti perumahan penduduk , fasiltas masih kurang dan memperihatinkan akses jalan sehingga ada anggapan masyarakat desa salubanga di anak tirikan karena kurangnya perhatian Pemda.

Kementerian transmigrasi harus turun melihat desa ini karena merupakan penduduk transmigrasi yang sudah membaur bersama masyarakat adat lokal.

Sumber foto : Mitratel

Laporan wartawan Radar24jam.com 

SIDIK

Posting Komentar

0 Komentar