200 Gapoktan Blitar Dapat Dukungan Alsintan, Efisiensi Usaha Tani Jadi Sorotan


Blitar, radar24jam.com 
Efisiensi kerja menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan usaha tani. Ketersediaan alat dan mesin pertanian dapat membantu memperlancar kegiatan produksi, tetapi pemanfaatannya juga membutuhkan koordinasi agar dukungan pemerintah benar-benar menjangkau kebutuhan petani.

Pemerintah Kabupaten Blitar menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada sekitar 200 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Rabu, 21 Oktober 2026.

Penyaluran bantuan tersebut berlangsung bersamaan dengan peresmian Sekretariat Gapoktan Karya Tani Mandiri di Desa Bajang, Kecamatan Talun. Bupati Blitar Rijanto hadir dalam kegiatan yang diikuti perwakilan petani dari berbagai wilayah di Kabupaten Blitar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar, Setiyono, menyebut bantuan tersebut terdiri atas satu unit combine harvester besar, dua unit transplanter, 47 unit alsintan lainnya, 60 unit pompa air berukuran tiga inci, serta tiga unit hand tractor.

“Selain peresmian Kantor Sekretariat Gapoktan Karya Tani Mandiri Kabupaten Blitar, kami juga membagikan alsintan oleh Pak Bupati kepada para penerima,” kata Setiyono.

Dukungan peralatan tersebut diharapkan membantu petani menjalankan kegiatan produksi secara lebih efisien. Namun, pemanfaatan bantuan tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, kesiapan kelompok penerima, serta kemampuan perawatan peralatan agar manfaatnya dapat berlangsung dalam jangka panjang.

Sekretariat Gapoktan Bukan Sekadar Tempat Berkumpul
Di tengah penyaluran bantuan peralatan, keberadaan Sekretariat Gapoktan Karya Tani Mandiri juga diharapkan memperkuat koordinasi antarkelompok tani.

Bupati Blitar Rijanto menilai pembangunan sektor pertanian membutuhkan kerja sama yang kuat, tidak hanya untuk meningkatkan hasil panen, tetapi juga memperbaiki kualitas produk, menekan biaya produksi, dan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian.

Menurutnya, petani perlu memiliki akses yang lebih luas terhadap informasi, teknologi modern, serta kemitraan dengan berbagai pihak untuk mengembangkan usaha tani.

“Gapoktan Karya Tani Mandiri diharapkan terus memperkuat kerja sama antarp etani, meningkatkan akses terhadap informasi dan teknologi pertanian modern, serta mendorong penggunaan pupuk organik dan praktik pertanian ramah lingkungan,” pesannya.

Rijanto juga mengingatkan agar sekretariat tidak berhenti sebagai fasilitas administratif. Tempat tersebut diharapkan menjadi ruang untuk bertukar pengalaman, membahas kendala pertanian, merancang inovasi, dan membangun hubungan dengan pemerintah, penyuluh, lembaga keuangan, maupun pelaku usaha.

Penguatan kelembagaan dinilai penting agar petani tidak berjalan sendiri ketika menghadapi persoalan produksi maupun pengembangan usaha.
Gapoktan Didorong Mengawal Persoalan Petani
Ketua Gapoktan Karya Tani Mandiri Kabupaten Blitar, M.F.A. Maskuri, menyambut peresmian sekretariat tersebut sebagai kesempatan memperkuat konsolidasi antarkelompok tani.

Ia berharap keberadaan tempat koordinasi itu mempermudah komunikasi sekaligus membantu menghimpun persoalan yang dihadapi petani di berbagai wilayah.

“Harapannya ke depan, dengan diresmikannya sekretariat, kita sudah mempunyai tempat untuk berkoordinasi, konsolidasi bersama teman-teman Gapoktan di Kabupaten Blitar,” ujar Maskuri.

Menurut Maskuri, Gapoktan selama ini bersinergi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar dalam pembinaan sektor pertanian.
Ia menegaskan, organisasinya ingin berperan langsung ketika petani membutuhkan pendampingan, termasuk menyampaikan aspirasi kepada pemangku kepentingan dan mencari jalan keluar atas permasalahan yang muncul.

“Maka dari itu, kami Gapoktan Kabupaten Blitar akan hadir di tengah-tengah petani di kala petani Blitar ada permasalahan. Kita sampaikan langsung ke stakeholder dan carikan solusi bersama demi kesejahteraan petani di Kabupaten Blitar,” pungkasnya.

Produktivitas Harus Berujung pada Kesejahteraan
Rijanto menegaskan bahwa pertanian mempunyai peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat. Karena itu, pengembangan sektor ini perlu diarahkan pada peningkatan produktivitas yang berjalan seiring dengan perbaikan kesejahteraan petani.

Ia juga mendorong pengelolaan usaha tani secara profesional dan penguatan regenerasi petani agar sektor pertanian tetap diminati generasi muda.
“Petani harus semakin berdaya, hasil pertanian semakin berkualitas, dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat,” tegas Rijanto.

Penyaluran alsintan dan peresmian sekretariat Gapoktan menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap sektor pertanian Kabupaten Blitar. Tantangan berikutnya adalah memastikan bantuan dimanfaatkan secara optimal, kebutuhan petani terakomodasi, dan koordinasi antarkelompok berjalan secara berkelanjutan.

Dengan pengelolaan yang baik, dukungan peralatan dan penguatan kelembagaan diharapkan tidak hanya memperlancar pekerjaan petani, tetapi juga membantu membangun usaha tani yang lebih produktif, mandiri, dan berdaya saing. ( Kirana )

Posting Komentar

0 Komentar