Parimo-radar24jam.com
Pernyataan Gubernur Sulawesi tengah H.Anwar Hafid terkait pembangunan Industri pengolahan Biji nikel di kecamatan. Siniu mendapat sambutan hangat dari masyarakat di daerah itu.
Namun pernyataan Gubernur Sulteng itu belum mendapat respon serius dari pemerintah daerah Parigi Moutong.
Pasalnya bupati masih setengah hati untuk melakukan mediasi bersama pemerintah desa dan masyarakat pemilik lahan.
Bahkan kepala desa towera terkesan jalan sendiri menentukan harga di bawah standar lahan strategis dekat pembangunan industri.pengolahan biji nikel itu
Informasi yang berkembang di kalangan masyarakat desa towera dan Siniu masih bertahan di harga lahan yang bernilai Rp.15.000 permeter.
Masyarakat berharap kepada Pemda dalam hal ini bupati H.Erwin Burase dan wakil bupati sekda dan dinas terkait untuk membicarakan hal ini melalui musyawarah mufakat.
" Kami berharap bupati wakil bupati ,sekda dan seluruh OPD teknis untuk melakukan rapat melibatkan masyarakat pemilik lahan,agar harga dapat di ketahui berapa harga yang sebenarnya".ucap warga
Rencana pembangunan industri pengolahan biji nikel untuk pasokan bahan baku baterei Di kecamatan Siniu sangat di nantikan masyarakat karena lapangan kerja terbuka dan perekonomian semakin meningkat pula ,jika hal ini di lakukan secara serius Program strategis nasional hilirisasi dari pemerintah sukses terlaksana Dalam pengembangan industri tersebut.
SIDIK,SH

0 Komentar