PALEMBANG, R24J
Gerbang Mapolda Sumatera Selatan memanas hari ini, Selasa (17/3/2026). Puluhan massa yang tergabung dalam Gabungan Pemuda Peduli (GPP) Sumsel menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran, membongkar dugaan skandal mandegnya kasus mafia minyak ilegal di wilayah hukum Sumatera Selatan.
Ketua Umum GPP Sumsel, Khaliq, secara blak-blakan meluapkan kekecewaan mendalam terhadap kinerja Ditkrimsus Polda Sumsel, khususnya unit Tipidter. Ia menuding adanya kejanggalan dalam penanganan laporan mereka yang hingga kini jalan di tempat. Lebih pedas lagi, muncul dugaan bahwa laporan tersebut justru dijadikan alat untuk "memeras" terduga mafia minyak.
"Kami mencium aroma tidak sedap. Laporan kami seolah membentur tembok. Jangan sampai laporan ini hanya dijadikan alat tawar-menawar untuk memeras Aji, pemilik sumur minyak ilegal di dekat Pos Polisi Macang Sakti yang jelas-jelas meluing (meluap) beberapa waktu lalu," tegas Khaliq dalam orasinya.
Aji Sudah Mengaku, Kenapa Belum Ditangkap?
Khaliq mempertanyakan alasan logis mengapa hingga detik ini Tipidter Polda Sumsel belum menyeret sosok bernama Aji ke balik jeruji besi. Padahal, menurutnya, bukti sudah benderang dan yang bersangkutan dikabarkan sudah mengakui kepemilikan sumur maut tersebut.
"Tidak ada alasan lagi! Aji sudah jelas pemiliknya, dia sendiri sudah mengakui. Kenapa Polda Sumsel seolah ciut nyali menghadapi satu orang ini?" cecar Khaliq.
Tuntutan Cekal dan DPO
Senada dengan itu, Sekjen GPP Sumsel, Fitro, mendesak penyidik untuk segera menetapkan Aji sebagai tersangka secara resmi. Ia menuntut langkah progresif jika benar sang mafia tengah melarikan diri ke luar negeri.
"Segera tetapkan tersangka! Jika informasi bahwa Aji berada di Singapura itu benar, kami minta segera terbitkan DPO (Daftar Pencarian Orang). Kalau dia sudah di tanah air, cekal dan tangkap segera! Jangan beri ruang napas untuk perusak lingkungan dan pencuri kekayaan negara," ujar Fitro lantang.
Mendesak Kapolda Ambil Alih Kasus
Di tempat yang sama, Koordinator Lapangan (Korlap), Obi, meminta Kapolda Sumsel untuk tidak tinggal diam dan segera mengambil alih kasus ini dari tangan Tipidter. Ia mendesak agar institusi Polri tidak dikotori oleh oknum yang diduga menerima suap dari mafia minyak.
"Kami minta Bapak Kapolda Sumsel turun tangan langsung. Lanjutkan laporan kami! Jangan sampai publik percaya bahwa laporan ini sengaja dipetieskan karena adanya dugaan suapan dari Aji kepada oknum-oknum di dalam. Tangkap Aji sekarang juga!" desak Obi.
Aksi massa berakhir dengan pengawalan ketat aparat, namun GPP Sumsel mengancam akan kembali dengan massa yang lebih besar jika dalam waktu dekat tidak ada progres nyata dari Mapolda Sumsel terkait penangkapan Aji.
(*/Jf)


0 Komentar