Kades Tolai Timur : BBM Bersubsidi BBM Jenis Solar Tidak Di nikmati Petani,SPBU Tolai Di Sorot Hanya Menguntungkan Pengepul


Parimo, radar24jam.com 

Pemerintah desa tolai timur dan petani menyoroti terkait BBM bersubsidi di SPBU Tolai yang di nilai tidak di nikmati petani dan hanya menguntungkan para pengepul.


Kepala desa tolai timur I Made Sukamto menjelaskan selaku kepala desa pihaknya menjadi tempat pengaduan masyarakat terkait keluhan petani,karena itu pemerintah daerah bupati,dinas pertanian,dan penegak hukum.unruk memperhatikan keluhan masyarakat petani.


Pada prinsipnya subsidi BBM di peruntukan kepada masyarakat kecil dan mereka yang membutuhkan bukan perusahaan atau tambang.negara melalui pemerintah BBM tidak ada masaalah,nyatanya sebagian besar wilayah di republik ini di setiap SPBU orang antri setiap hari.


Tetapi disatu sisi ada mobil-mobil yang setiap hari antri di depan mata para petugas maka saya selaku petani dan masyarakat mengusulkan sesungguhnya kepada pemerintah,kalau betul subsidi BBM itu di berikan kepada petani dalam hal ini petani sawah yang tidak menikmati BBM jenis solar untuk pengolahan,panen dan penggilingan itu tidak ada sama sekali subsidi.


Dari pemerintah pusat memperhatikan ini,sebaiknya bagaimana berpikir untuk subsidi BBM khususnya solar untuk masyarakat tani yang di buat seperti untuk nelayan di buatkan khusus pengisian bahan bakar umum untuk petani yang di kelolah seperti BUMDES dan koperasi merah putih.


"Sebaiknya kata Sukamto pemertintah memberikan rekomendasi baik pemerintah kabupaten ,pemerintah provinsi melalui Dinas ESDM untuk BBM subsidi solar untuk petani mengolah langsung ke Bumdes,petani membeli BBM subsidi langsung ke depot,saya yakin di nikmati petani hanya dinikmati para cukong -cukong yang ingin mendapatkan keuntungan yang nota benenya semua lari ke tambang karena saya sendiri yang lihat mobil tangki mengisi hasil sedotan di depan SPBU ini harus menjadi perhatian oleh pemerintah daerah dan penegak hukum sumber :dari tokoh masyarakat di wilayah tolai yang di keluhkan SPBU Tolai mobil ekspedisi itu hanya memberikan mengisi BBM pada hari Sabtu saat orang kerja tidak berada dirumah,memberikan nomor antrian yang mengatur peserta antri kan itu tidak benar".Ungkap Sukamto


Selain itu petani yang pakai barcode sudah di salahgunakan oleh mereka orang tertentu maka minyaknya di jual dengan harga lebih tinggi bila perlu petani membelinya harus ke depo dan di organisir tidak masuk kelompok,keuntunganya untuk kelompok ke SPBU itu sendiri,contoh seperti pupuk tidak ada di ECER sembarang karena di atur regulasinya.


"Sementara pihak SPBU Tolai membantah hal itu karena menurut salah satu karyawan bernama Imam bahwa itu semua sudah melalui prosedur yang di atur oleh pimpinan spbu dan petani menggunakan barcode dan surat rekomendasi dari dinas ,sudah sesuai mekanisme kami disini hanya melakukan penjualan ,penyaluran di luar itu bukan lagi tanggung jawab spbu"kata Imam Kamis,22/1/2026.


SIDIK,SH



Posting Komentar

0 Komentar