Dugaan Mark Up Bantuan DKI Jadi Sorotan KPK


Bekasi,Radar 24Jam

Seiring waktu atas penangkapan ex walikota bekasi rahmat efendy atas persoalan korupsi kini kian semakin nyata dan terang terangan seakan tidak takut dengan dinginnya dibalik jeruji penjara.perilaku korup khususnya di lingkungan dinas bina marga dan sumber daya air kota bekasi memperjual belikan paket pekerjaan ke pihak kontraktor sudah menjadi hal biasa.

Beberapa sumber pihak kontraktor yang tidak mau disebutkan namanya kepada media ini mengakatan sudah hal biasa setiap paketnya harus setor 10 – 15 % dari setiap paket pekerjaan.

Sungguh ironi dan menyakitkan hingga pihak kontraktor harus berjuang keras untuk menutupi semua kerugian yang dialami hingga kwalitas proyek maupun pekerjaan asal jadi dan kwalitas di bawah standrat yang telah di tentukan.

Baru baru ini hasil temuan team media ini menemukan salah satu proyek pekerjaan di kec.Bantar gebang kota bekasi yang bersumber dari DKK DKI Jakarta dengan nilai anggaran Rp.5,1 milyart dengan program pengelolahan drainase yang di duga di mark up karena tidak sesuai apa yang terjadi dilapangan mengingat paket pekerjaannya dengan anggaran sebesar itu sungguh mustahil menghabiskan anggaran sepesar Rp.5,1 Milyart mengingat dalam plang paket pekerjaan tidak mencamtumkan atau menjelaskan isi volume paket pekerjaan. ( panjang ) paket pekerjaan yang di kerjakan oleh CV.Bintang Mutiara Pratama.sampai berita ini diturunkan baik pihak kontraktor,pengawas maupun konsultan belum dapat di konfirmasi.kuat dugaan paket pekerjaan ini sudah terorganisir dan sudah kong kalikong disemua lini demi mencapai satu tujuan untuk merampok uang Negara yang bersumber dari uang rakyat. 

Aparat hukum maupun komisi pemberantasan korupsi ( KPK ) sudah seharusnya memeriksa pejabat dinas binamarga kota bekasi terkait buruknya kinerja dinas bina marga kota bekasi.

( red team )


Posting Komentar

0 Komentar