Ayat Al-Qur'an dan Hadits yang Menjelaskan tentang Tahun Baru


Jakarta,Radar24Jam

Umat muslim mengenal kalender Hijriyah atau sering juga disebut kalender Islam. Ternyata kalender Islam dan Tahun Baru Islam tercatat pada salah satu ayat Al-Qur'an dan beberapa kali disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW.Awal tahun dalam kalender Islam dimulai dengan bulan Muharram. Bulan Muharram, menjadi satu dari empat bulan dalam kalender Islam yang memiliki keistimewaan.


Ayat Al-Qur'an tentang Tahun Baru Islam Keistimewaan bulan Muharram sebagai momen Tahun Baru Islam ini disebutkan dalam firman Allah SWT di Al Quran surat At Taubah ayat 36:


اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ


Latin: inna 'iddatasy-syuhụri 'indallāhiṡnā 'asyara syahran fī kitābillāhi yauma khalaqas-samāwāti wal-arḍa min-hā arba'atun ḥurum, żālikad-dīnul-qayyimu fa lā taẓlimụ fīhinna anfusakum wa qātilul-musyrikīna kāffatang kamā yuqātilụnakum kāffah, wa'lamū annallāha ma'al-muttaqīn


Artinya: "Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah itu ada dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa."


Dalam surah At-Taubah ayat 36, 4 bulan yang disebutkan merupakan bulan-bulan yang dimuliakan. Oleh sebab itu, dijelaskan bahwa Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab merupakan bulan yang dipenuhi dengan kemuliaan oleh Allah SWT. Umat Islam pun dilarang melakukan perang pada 4 bulan tersebut.


Hadits Tentang Bulan Muharram Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda tentang keutamaan puasa di bulan Muharram yakni berada satu tingkat di bawah puasa Ramadhan.


"Seseorang datang menemui Rasulullah SAW, ia bertanya, 'Setelah Ramadhan, puasa di bulan apa yang lebih afdhal?' Nabi menjawab, 'Puasa di Bulan Allah, yaitu bulan yang kalian sebut dengan Muharram," (HR Ibnu Majah).


Anjuran puasa sunah pada tanggal 9, 10 dan 11 Muharam.Pertama, paling utama adalah puasa pada tanggal 10 Muharram yang disertai puasa sehari sebelum dan sesudahnya. Dengan kata lain, puasa sunah ini dilakukan pada tanggal 9, 10, dan 11 Muharram.


Kedua, puasa dua hari, yaitu pada tanggal 9 dan 10 Muharram. Dan yang Ketiga, puasa pada hari ke-10 saja pada bulan Muharram. Puasa pada tanggal 9 Muharram bisa disebut dengan puasa Tasu'a. Sedangkan puasa pada tanggal 10 Muharram dikenal dengan sebutan puasa Asyura.


Puasa Asyura juga memiliki beberapa keutamaan, salah satunya yakni menghapus dosa di masa lalu.


Dari Qotadah ra berkata, "Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa pada hari Arafah, beliau menjawab: puasa pada hari Arafah dapat menghapus dosa tahun lalu dan tahun yang akan datang. Dan beliau ditanya lagi tentang puasa Asyura, maka beliau menjawab: puasa Asyura dapat menghapus dosa yang lalu." (HR. Al-Jama'ah, kecuali Al-Bukhari dan At-Tirmidzi).


Selain istimewa karena menjadi momen Tahun Baru Islam, Bulan Muharram adalah bulan mulia bagi umat Islam. Perbanyak ibadah agar mendapatkan keberkahan dan ridho Allah SWT.(Red)


Editor :Hendra Kurniawan

Posting Komentar

0 Komentar