Luncurkan Sistem Penanganan Gangguan Terpusat _'Command Center',_ PLN Kalbar Siap Layani Keluhan Pelanggan



Pontianak(Kalbar),R24Jam

28 Agustus 2022. Manfaatkan momen HUT ke 77 Kemerdekaan RI kemarin,  General Manager PLN Kalbar, Ari Dartomo, melakukan peluncuran Sistem Penanganan Gangguan dan Keluhan Pelanggan secara terpusat _'Command Center '_ di Kantor PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Kalbar, Jalan Ismail Marzuki no.15 Pontianak, pada Rabu , tanggal 17 Agustus 2022 lalu.


Menurut General Manager PLN Kalbar, Ari Dartomo, _'Command Center',_ merupakan suatu rangkaian program strategis _outage management_ PLN UIW Kalbar yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan penanganan gangguan kelistrikan dengan berfokus pada peningkatan _'response time'_ dan _'recovery time'._


"Program _Command Center_ ini mengintegrasikan informasi dan komunikasi sistem kelistrikan di wilayah kerja PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat. Melalui program ini seluruh laporan atau aduan pelanggan terkait layanan kelistrikan dapat termonitor secara langsung lewat sistem aplikasi terpusat," ungkap Ari.


Diakuinya, dengan adanya program _Command Center_ ini pihaknya akan lebih cepat dalam merespon dan menanggulangi gangguan yang dilaporkan oleh pelanggan.


Salah satu nilai lebih dari implementasi _Command Center_ ini adalah _Borderless Service,_ artinya, Petugas Layanan Teknik yang menangani gangguan kelistrikan dapat dikerjakan oleh petugas lintas batas berdasarkan jarak terdekat dari sumber gangguan ataupun titik lokasi laporan yang disampaikan oleh pelanggan.


"Jadi kalau ada laporan gangguan listrik di salah satu unit layanan kami, tidak harus menunggu kedatangan petugas dari unit yang bersangkutan, tapi dapat langsung ditangani oleh petugas unit lainnya yang kebetulan posisinya lebih dekat dari pusat gangguan. Jadi penanganan gangguannya dapat lebih cepat direspon dan ditangani," tutur Ari.


Lebih lanjut, Ia berharap partisipasi serta dukungan masyarakat dalam menjaga keandalan pasokan listrik minimal dengan mengikhlaskan pohon atau tanam tumbuh yang dimiliki untuk ditebang oleh petugas serta tidak bermain layang-layang terutama dengan menggunakan tali kawat disekitar jaringan listrik, agar keandalan pasokan listrik tetap terjaga.


"Listrik ini milik kita bersama karena kita juga yang menikmatinya. Sekeras apapun upaya yang kami lakukan untuk menjaga keandalannya tentu tidak akan berarti apa-apa tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat," pungkas Ari.


Redaksi

Posting Komentar

0 Komentar