Parimo, Radar24jam.com
Pelaku Usaha Perikanan di Parigi Moutong mengeluhkan kuota BBM bersubsidi jenis solar di SPBU tidak cukup untuk kebutuhan Kapal pukat ( Pursine). Penangkap ikan di perairan teluk Tomini.
Hal itu di katakan Kabid P2TPI Dinas Kelautan dan perikanan kabupaten Parigi Moutong.Mas Hening,L.S;P.i diruang kerjanya saat menjawab pertanyaan wartawan media Radar24jam.com ,,Jum'at 25/9/2026.
Sementara jatah BBM jenis solar perhari di SPBU Kampal hanya 18 ton.untuk .nelayan 2 ton lebih untuk petani 2 ton lebih dari 13 ton untuk kendaraan truk dan lainya.
Dia mengatakan dalam menyikapi terkait hal ini, Bupati sudah mengundang semua dari dinas kelautan dan perikanan ,Pelaku UMKM,dinas perindustrian dan perdagangan untuk rapat di kantor bupati membahas tentang keluhan nelayan dan solar.semebtara usaha perikanan.Untuk dari perikanan antrian di SPBU Kampal jenis pertalite tidak ada masaalah yang kurang kuota BBM jenis solar.
Adapun yang antrian di SPBU Kampal kara Hening ada 24 usaha kapal,bagang dan perahu mesin besar 4 kapal yang dari eks Parigi ,bagang dari maesa di tambah kapal dengan total yang mendapat barcode solar 24 di bagi di group A hingga F,pelaku usaha delapan hari baru dapat lagi BBM jenis solar.semebtara 28 hari itu hanya dapat 20 galon di pakai selama 7 hari dari keterangan dari pelaku usaha.degan jarak tempuh jarak jauh seperti di rompong luar,10 galon,tengah 8 galon dan pinggir 3 hingga 5 galon.
"Hal ini sudah di audit BPK dan bertemu langsung dengan pelaku usaha berskala besar,keluhan pengusaha kuota tidak cukup.sehingga Pemda harus menyurat ke pihak Pertamina Patra niaga untuk.menambah kuota BBM jenis solar.
SIDIK,SH

0 Komentar